Teknologi In-App Chat, Lebih dari Sekadar Berkirim Pesan Instan

Teknologi telekomunikasi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Penggunaan telepon genggam, khususnya smartphone yang semakin marak di kalangan konsumen Indonesia saat ini, menjadikan komunikasi menjadi sangat mudah dan terjangkau. Kehadiran aplikasi messaging seperti BBM, Telegram, dan Whatsapp pun menambah kemudahan komunikasi bagi semua orang.

Hal ini menjadikan aplikasi messaging seperti yang disebutkan sebelumnya, sebagai aplikasi yang paling banyak diunduh dan digunakan oleh setiap pengguna telepon genggam. Seiring dengan hal tersebut, kebiasaan chatting menjadi suatu hal yang umum dikarenakan kemudahannya dan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya selain biaya internet. Online messaging, khususnya chat kemudian menjadi salah satu model komunikasi yang paling populer di seluruh dunia.

Hadirnya tren ini tidak hanya berhenti pada komunikasi sehari-hari, namun juga diadopsi oleh banyak industri bisnis. Salah satunya bisnis transportasi, seperti yang dilakukan oleh Grab, Uber, ataupun Gojek dengan menyediakan fitur chat di dalam aplikasi mereka. Fitur chat ini sendiri dapat digunakan oleh para driver maupun penumpang untuk menghubungi satu sama lain sehingga tidak perlu lagi menggunakan telepon atau mengirimkan SMS.

Kebiasaan masyarakat Indonesia yang cenderung lebih suka untuk chatting daripada mengirim SMS ataupun telepon membuat aplikasi transportasi online mau tidak mau harus menyesuaikan dengan kemauan pasar dan perilaku konsumen. Ditambahnya in-app chat pada aplikasi Gojek, Grab, dan Uber sangat membantu baik penumpang maupun driver dalam berinteraksi.

Hal ini dapat meningkatkan engagement dari user dan membuat pengalaman user dalam berinteraksi dengan aplikasi transportasi online menjadi lebih baik, dikarenakan user tidak perlu lagi untuk berganti dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. Tentunya ini juga menjembatani kebiasaan user yang lebih memilih untuk memiliki paket internet daripada pulsa untuk telepon ataupun SMS.

Selain itu, keamanan data user seperti nomor telepon juga lebih terjamin dengan adanya in-app chat yang menjembatani komunikasi antara user dan driver. Dalam sebuah wawancara di Techinasia, Grab juga mengatakan bahwa hadirnya in-app chat ini menjadi salah satu strategi mereka untuk menekan pembatalan pesanan.

Membuat VS Membeli
Sampai ini, jelas bisa kita sepakati bahwa kebutuhan fitur chat dalam aplikasi menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana bisnis seharusnya mempersiapkan hal ini? Perlukah mereka mengalokasikan tim tersendiri untuk membangun fitur yang sebenarnya bukan bisnis utama mereka, ataukah cukup menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk membantu mewujudkan ekspektasi konsumen akan chat yang mumpuni?

Beberapa perusahaan transportasi seperti Uber ataupun Grab memilih untuk menginvestasikan tim mereka untuk membangun fitur chat ini. Sementara, Gojek yang juga merupakan saingan terbesar mereka di Indonesia lebih memilih menggunakan pihak ketiga dalam bentuk Chat Software Development Kit (SDK) untuk diintegrasikan dalam aplikasinya. Apakah kedua pilihan ini tepat?

Jawabannya sangat tergantung. Pertama, menginvestasikan sebuah tim untuk membangun sebuah fitur chat sendiri dari awal bukanlah hal yang mudah. Diperlukan biaya yang tidak sedikit dan sumber daya manusia yang juga tidak sembarangan. Kendati terlihat sepele, chat merupakan sebuah bahasa universal yang biasa digunakan oleh customer mereka sehari-hari.

Karenanya, apabila customer disuguhi oleh sebuah fitur chat, tentunya mereka memiliki ekspektasi yang cukup tinggi bahwa fitur chat bisa digunakan untuk berbagai hal seperti layaknya ketika mereka menggunakan aplikasi messaging yang lebih populer seperti Whatsapp ataupun LINE. Kendala fitur yang cukup kompleks untuk dibangun ini belum termasuk apabila chat system tersebut digunakan oleh user dalam jumlah yang banyak.

Bukan tidak mungkin hal yang awalnya terlihat sederhana, menjadi begitu kompleks yang menyita waktu dan tenaga tersendiri. Padahal, seperti yang kita sama-sama tahu, chat ini merupakan fitur tambahan yang mana hal tersebut bukanlah main business dari perusahaan tersebut.

Solusi lain adalah dengan menggunakan chat SDK dari pihak ketiga seperti yang dilakukan oleh Gojek. Tak perlu jauh-jauh mencari perusahaan penyedia in-app chat seperti ini, di Indonesia saat ini sudah ada perusahaan yang khusus menyediakan chat engine yang dapat digunakan sebagai in-app chat seperti fitur chat pada Uber, Grab, ataupun Gojek. Salah satunya Qiscus.

Qiscus merupakan perusahaan penyedia chat engine untuk semua kebutuhan chat dalam aplikasi, baik itu mobile ataupun website. Dengan menggunakan solusi ini, para para pelaku bisnis online tidak perlu repot-repot membangun fitur chat mereka dari awal.

Tentunya hal ini akan mempercepat proses pembuatan, sebab mereka hanya perlu mengintegrasikan Chat SDK yang sudah ada dengan aplikasi yang mereka miliki baik itu dalam platform web ataupun mobile. Tak perlu ragu untuk proses implementasi ini karena biasanya, jika bisnis menggunakan partner lokal, mereka juga akan menyediakan tim technical support yang akan membantu dalam proses integrasi ini.

Penggunaan teknologi chat, khususnya in-app chat, dalam industri transportasi on-demand menjadi sebuah trend yang mau tidak mau harus diadopsi oleh bisnis. Dalam industri ini, penerapan teknologi in-app chat dapat menguntungkan kedua belah pihak, yakni dari sisi driver dan penumpang.

Dengan adanya chat di dalam aplikasi, driver dapat dengan mudah menghubungi penumpang begitu juga sebaliknya. Salah satu fitur dari chat SDK Qiscus adalah status pesan, sama seperti pada Whatsapp, pengguna yang menggunakan chat engine Qiscus dapat mengetahui apakah pesannya telah terkirim, tidak terkirim, sudah dibaca, belum dibaca, dan apakah pengguna sedang online atau offline.

Dengan adanya in-app, maka user dapat menikmati komunikasi tanpa hambatan antara penumpang pengemudi yang memungkinkan penumpang dan pengemudi untuk saling mengirim pesan cepat, terutama saat penjemputan. Selain itu juga, dengan adanya chat yang didesain khusus di dalam aplikasi diharapkan akan meningkatkan keamanan dalam mengemudi, karena salah satu tujuan dari pengimplematasian chat ini adalah untuk meminimalisir pengalihan perhatian pengemudi dari smartphone dengan fitur pesan cepat sekali-sentuh.

Privasi pengguna juga akan semakin meningkat karena ruang obrolan dan riwayat pembicaraan langsung hilang setelah perjalanan selesai. Dan yang tidak kalah pentingnya, yakni biaya komunikasi akan berkurang karena tidak lagi menggunakan SMS atau telepon yang menggunakan pulsa.

Penggunaaan chat SDK memungkinkan para pemilik bisnis transportasi online tidak perlu repot lagi untuk membuat fitur tersebut dari nol, dikarenakan chat SDK sangat mudah untuk dipasang dan diintegrasikan. Dengan menggunakan chat SDK pemilik bisnis transportasi online dapat lebih menghemat waktu dan biaya.

Penerapan in-app chat bukanlah perkara yang mudah jika tidak diserahkan pada ahlinya. Kebutuhan akan chat engine yang stabil menjadi sangat penting untuk mendukung proses bisnis, karena setiap harinya ada ratusan ribu pengguna aplikasi transportasi online yang berinteraksi melalui aplikasi tersebut.

Trend yang Meluas pada Berbagai Sektor

Dalam perkembangannya chat tidak lagi hanya berperan sebagai media komunikasi, sekarang ini teknologi chat juga dilengkapi oleh banyak fitur tambahan untuk meningkatkan kemudahan pengguna, seperti yang telah diterapkan oleh beberapa perusahaan transportasi online, serta dapat diintegrasikan pada berbagai platform. Pemanfaatan fitur-fitur tersebut, memudahkan bisnis tersebut untuk melakukan banyak hal meliputi analisa mood pengguna, tracking, dan monitoring, yang mana semuanya dapat dengan mudah dilakukan dengan mengimplementasikan chat ke dalam aplikasi atau website.

Semakin hari kebutuhan untuk berkomunikasi tidak hanya untuk mengirim pesan kepada teman dan keluarga saja, namun juga dapat digunakan untuk menunjang proses bisnis. Dan jika peluang ini dapat dimanfaatkan dengan baik, salah satunya pada bisnis transportasi online, akan meningkatkan pelayanan konsumen dikarenakan dapat sangat memudahkan bagi para driver dan penumpang untuk berkomunikasi dengan cepat secara real-time dari dalam aplikasi tanpa harus membuka aplikasi lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *