Di kehidupan nyata, anak-anak akan lebih mudah terserang penyakit dibanding dengan orang dewasa. Hal ini dikarenakan antibodi mereka yang lemah dan belum terbentuk sempurna sehingga sangat memungkinkan bagi bakteri dan virus untuk menyerang pertahanan tubuh anak dengan mudah.

Imunisasi sendiri merupakan salah satu tindakan pemberian vaksin yang dilakukan oleh dokter kepada anak-anak yang bertujuan untuk membentuk antibodi anak. Agar anda dapat mengetahui berbagai jenis vaksin, berikut akan dijelaskan lima jenis vaksin beserta kegunaannya yang disarankan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk diberikan pada program imunisasi.

1. Vaksin Polio

Polio merupakan suatu penyakit kelumpuhan yang bisa menyerang anak-anak. Penyakit ini biasanya dibawa melalui virus. Untuk mencegah terjadinya penyakit polio pada anak-anak, mereka harus diberikan vaksin polio secara bertahap.

Vaksin pertama diberikan semenjak anak baru lahir hingga mencapai 1 bulan. Kemudian diberikan vaksin lanjutan secara rutin tiap bulannya hingga umur anak menginjak 4 bulan.

Agar daya tahan tubuh anak menjadi lebih kuat, vaksin polio ini bisa diberikan lagi ketika usia anak sudah mencapai 18 bulan.

2. Vaksin DPT

DPT sendiri merupakan kepanjangan dari difteri, pertuisi, dan tetanus. Di berbagai kondisi, penyakit difteri dapat menimbulkan gejala serangan jantung, paru-paru basah, hingga kematian.

Penyakit pertuisi sendiri dapat menimbulkan gejala kerusakan otak, paru-paru basah, gangguan pernafasan, hingga menyebabkan kematian. Sedangkan tetanus dapat mengakibatkan kejang otot, penyakit ini juga berpotensi menyebabkan kematian pada anak.

Untuk mencegahnya, maka anak wajib diberikan vaksin DPT selama 4 kali yaitu ketika berusia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan. Untuk memperkuat anti bodi, maka vaksin DPT bisa kembali diberikan ketika anak berusia 5 tahun, dan berlanjut ke imunisasi tingkat lanjut ketika usia anak 10-12 tahun hingga 18 tahun.

3. Vaksin MMR

Merupakan salah satu jenis vaksin yang diberikan untuk mencegah serangan penyakit rubella, campak, dan juga gondongan. Jika tidak dicegah dengan vaksin maka jenis-jenis penyakit ini akan menimbulkan komplikasi penyakit pada anak seperti pembengkakan pada otak, meningitis, hingga menyebabkan ketulian.

Berbeda dengan vaksin-vaksin sebelumnya yang mayoritas diberikan pada masa awal kelahiran anak, vaksin MMR ini diberikan ketika anak berusia 15 bulan, dan diberikan lagi sebagai tahap penguatan antibodi ketika anak berusia 5 tahun.

4. Vaksin Varisela

Varisella zoster merupakan salah satu virus yang berperan dalam membawa penyakit cacar air. Agar anak terhindar dari penyakit ini, maka anak harus diberikan vaksin pencegahnya.

Imunisasi variseela ini biasanya diberikan pada anak mulai usia 1 hingga 18 tahun. Walaupun jarang, pemberian vaksin ini biasa menimbulkan rasa nyeri dan juga menimbulkan kemerahan pada bagian yang disuntik. Namun anda jangan khawatir karena ini merupakan efek samping sementara.

5. Vaksin BCG

Merupakan salah satu jenis vaksin yang harus diberikan kepada anak untuk mencegah serangan penyakit tuberkolusis (TB). Penyakit tuberkolusis ini biasa menyerang pada daerah paru-paru.

Yang berbeda dengan pemberian vaksin lainnya, vaksin BCG hanya diberikan satu kali seumur hidup yaitu ketika anak baru dilahirkan hingga mencapai usia 2 bulan. Jika anak belum diberi vaksin lebih dari usia itu, maka dokter akan melakukan tes Mantoux, untuk mengetahui apakan anak sudah terinfeksi tuberkolusis atau belum.

Demikianlah jenis-jenis vaksin yang biasa diberikan kepada anak melalui program imunisasi. Bagi anda yang memiliki anak, pastikan agar mereka sudah diberikan berbagai vaksin tersebut untuk mencegah serangan peyakit berbahaya yang bisa membahayakan keselamatan anak anda.