Nutrisi di masa pertumbuhan anak mempunyai peran sangat penting untuk perkembangan kognitifnya serta memberi dampak pertumbuhan dan perkembangan yang sangat besar. Bahkan dalam jangka panjang. Tetapi, apa saja komponen nutrisi yang harus tercukupi untuk mendukung tumbuh kembangnya dengan optimal?

Lemak, mineral, vitamin, karbohidrat dan protein adalah komponen penting dalam nutrisinya. Di Indonesia, kontribusi dari protein hewani pada kebutuhan total energi masih rendah, bahkan hanya 4% saja. Padahal, protein adalah kesatuan molekul besar yang mempunyai banyak peran dalam tubuh manusia. Sebenarnya, apa fungsi protein ini?

Peran Protein Bagi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Berikut beberapa fungsi protein untuk pertumbuhan serta perkembangan anak yang harus Anda ketahui, antara lain:

  1. Manfaat untuk kesehatan otak

Anak-anak memerlukan banyak asupan protein sehingga tetap dapat berpikir jernih serta waspada. Asam amino yang terkandung di dalam protein mampu memperbaiki fungsi otak. Asam amino esensial memiliki peran penting di dalam produksi dopamin dan neurotransmitter norepinefrin yang bisa membantu anak-anak menjadi tetap waspada serta berenergi.

  1. Manfaat untuk nafsu makan

Mengkonsumsi makanan yang kaya kandungan protein dapat membantu buah hati kenyang lebih lama dan mereka tak akan merasa lapar diantara waktu makan. Bahkan menurut riset yang dilakukan oleh peneliti, peneliti membandingkan aktivitas otak sebelum makan siang, mereka yang sarapan tanpa protein menunjukkan aktivitas lebih besar di dalam otak. Hal tersebut mengindikasikan jika mereka mudah kelaparan.

  1. Manfaat bagi pertumbuhannya

Setiap otot, sel dan organ dalam tubuh anak memerlukan protein. Bahkan ketika buah hati mengkonsumsi makanan yang kaya dengan kandungan protein, tubuh mereka akan memecah protein menjadi asam amino yang dibutuhkan untuk tumbuh.

Bagaimana Jika Anak Kekurangan Asupan Protein?

Fungsi protein untuk anak memang begitu banyak, bila anak kekurangan protein, ada berbagai macam masalah kesehatan yang dapat terjadi, seperti:

  • Hipopteinemia

Kondisi Hipopteinemia ini menandakan jika tingkat protein yang berada di dalam darah anak sangat rendah. Gejala Hipopteinemia seperti tubuh kelelahan ekstrim, mudah sakit, rambut tipis dan kulit mudah mengelupas.

  • Stunting

Protein berkaitan erat dengan pertumbuhan anak, bila anak kekurangan asupan protein, masalah pertumbuhan seperti stunting bisa terjadi. Stunting merupakan dampak yang umum terjadi pada anak dengan asupan protein yang kurang. Anak-anak yang berada dalam kondisi ini biasanya memiliki tubuh yang pendek. Hal ini disebabkan karena kolagen yang bertugas membantu menjaga massa otot tak cukup.

  • Memiliki masalah kulit

Jenis protein seperti keratin dan kolagen merupakan protein yang menyusun rambut, kuku dan kulit. Anak yang kekurangan nutrisi ini akan mengalami perubahan pada kuku, kulit dan rambut. Kuku anak mungkin akan lebih kering sehingga rentan mengelupas dan warnanya menjadi lebih terang atau gelap.

Kuku juga akan menjadi sangat rapuh ketika kondisinya sudah semakin parah. Warna rambut yang biasanya hitam, berubah menjadi oranye dan kemerahan. Tak hanya itu, volume dari batang rambut yang dimilikinya menjadi lebih tipis sehingga mudah rontok dan patah.

  • Pembengkakan tubuh

Protein yang berada di dalam darah atau yang sering disebut dengan plasma darah memiliki fungsi mempertahankan tekanan onkotik. Jika anak kekurangan asupan protein, cairan dapat menumpuk pada jaringan dan menyebabkan pembengkakan.

Kecukupan protein seseorang dipengaruhi dari mutu protein, usia hingga berat badan. Anak-anak yang berada dalam tahap perkembangan serta pertumbuhan pesat memerlukan protein yang lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa, apalagi setelah melihat fungsi protein yang begitu penting.