Lembur adalah salah satu hal yang sering dihadapi oleh karyawan, baik karyawan yang bekerja pada shift pagi, siang, maupun malam. Banyak karyawan yang bersedia mengambil lembur untuk mendapatkan gaji tambahan ataupun hanya sekedar ingin mengisi waktu.

Sayangnya, masih banyak karyawan yang belum paham tentang cara menghitung lembur yang justru merugikan dirinya sendiri karena haknya tidak diberikan secara penuh. Perusahaan pun juga bisa merugi akibat lembur karena sistem perhitungannya yang tidak tepat dan belum mengandalkan software penggajian.

Untuk meminimalisir kerugian antara karyawan dan perusahaan, pemerintah Indonesia sudah mengatur perihal upah lembur yang diharapkan bisa hadil untuk kedua belah pihak. Nah berikut adalah peraturan mengenai upah lembur yang wajib diketahui:

Definisi Kerja Lembur

Berdasarkan Peraturan Menteri No.102/MEN/IV/2004, kerja lembur adalah jam kerja yang melebihi 40 jam dalam seminggu, atau 7 jam sehari untuk 6 hari kerja, ataupun 8 jam sehari untuk 8 hari kerja. Bekerja pada hari libur dan istirahat mingguan juga tergolong kerja lembur dan karyawan berhak mendapatkan haknya secara penuh.

Tentunya ada pula batas maksimal waktu jam lembur, yaitu 3 jam dalam sehari ataupun 14 jam dalam seminggu.

Perhitungan upah lembur pada hari kerja

Perlu Anda ketahui jika perhitungan lembur antara hari kerja dan hari libur berbeda. Berdasarkan Kepmanakertrans No. 102/ MEN/ VI/ 2004, menghitung upah lembur sejam pada hari kerja adalah 1,5 x 1/173 x gaji sebulan. Upah lembut akan naik seiring dengan bertambahnya jam, di mana perhitungan upah lembur gaji pada jam ke-2 adalah 2 x 1/173 x gaji sebulan.

Misalnya saja Amanda lembur selama 2 jam untuk 2 hari ke depan dan jam kerja biasanya adalah 8 jam dalam sehari, dengan gaji bulanan sebesar Rp.2 juta. Upah lembur Amanda dibagi menjadi dua, yaitu lembur jam pertama dan lembur jam selanjutnya dengan cara berikut:

Lembur jam pertama:

2 jam x 1,5 x 1/173 x Rp.2.000.000 = Rp.34.682,-

Lembur jam selanjutnya:

2 jam x 2 x 1/173 x Rp.2.000.000 = Rp.46.243,-

Total uang lembur:

Rp.34,682 + Rp.46.243 = Rp.80.925,-

Bisa disimpulkan jika Amanda akan mendapatkan Rp.80.925,- dari 2 jam lembur selama 2 hari.

Perhitungan upah lembur hari libur

Bukan suatu hal yang mengherankan jika upah lembur pada hari libur lebih besar daripada lembur di hari kerja karena seharusnya karyawan bisa beristirahat dengan tenang di hari tersebut. Menentukan upah lembur pada hari libur pun berbeda-beda berdasarkan jumlah jam kerja tiap minggunya, yaitu sebagai berikut:

6 hari kerja/ minggu (40 jam)

Upah lembur 7 jam pertama : 2 kali upah/ jam

Upah lembur jam ke-8 : 3 kali upah/ jam

Upah lembur jam ke-9 sampai dengan 10: 4 kali upah/ jam

5 hari kerja/ minggu (40 jam)

Upah 8 jam pertama: 2 kali upah/ jam

Upah jam ke-9: 3 kali upah/ jam

Upah jam ke-10 sampai 11: 4 kali upah/ jam

Pastinya sudah tidak bingung lagi menghitung upah lembur setelah membaca penjelasan barusan? Selain menerapkan peraturan dari pemerintah Indonesia, menghitung gaji karyawan tentunya jauh lebih mudah menggunakan software penggajian seperti Payroll Bozz.

Payroll Bozz siap membantu Anda untuk menentukan gaji karyawan berdasarkan daftar hadir serta berapa banyak jam lembur yang diambil. Selain itu, Payroll Bozz juga memudahkan Anda untuk mengatur pajak serta iuran BPJS karyawan baik melalui aplikasi maupun website.

Yuk segera percayakan masalah gaji perusahaan bersama software penggajian terbaik dari Payroll Bozz!