Untuk menambah omset penjualan banyak pedagang yang rela melakukan berbagai cara bahkan cara yang kurang baik sekalipun. Para pedagang tersebut dengan sengaja mencampurkan bahan tambahan pangan (BTP) berbahaya ke dalam makanan. Bukan tanpa alasan, hal ini dikarenakan bahan tersebut nilai mampu membuat tampilan makanan menjadi lebih menarik serta bisa awet dalam jangka waktu yang lama.

Sehingga ini sangat membantu agar makanan yang dijual bisa menarik konsumen lebih banyak dengan harapan penghasilan menjadi meningkat. Meski membuat tampilannya menjadi lebih menarik namun, ini justru sangat membahayakan kesehatan manusia. Lantas apa saja bahan tambahan yang berbahaya tersebut? Berikut ulasan selengkapnya:

1. Boraks

Siapa yang tak mengenal bahan tambahan ini. Boraks yang sejatinya digunakan sebagai pembasmi kecoa dan campuran pembersih ini justru disalahgunakan untuk mengawetkan makanan. Ada beberapa makanan yang sering dicampur menggunakan bahan tambahan berbahaya ini yakni bakso, mie, hingga tahu. Efek negatif yang ditimbulkannya adalah diare, muntah darah, sakit kepala hingga gangguan pada fungsi syaraf pusat otak.

2. Rhodamin B

Bahan tambahan berbahaya selanjutnya adalah Rhodamin B. Banyak orang yang menyalahkan Rhodamin B ini sebagai pewarna makanan yang sebenarnya merupakan pewarna tekstil. Walhasil makanan yang dicampur dengan bahan ini memiliki warna yang begitu menarik dan mencolok. Efek negatif dalam jangka panjang bisa menyebabkan gangguan fungsi hati bahkan hingga kanker hati.

3. Formalin

Formalin merupakan bahan tambahan berbahaya yang sering disalahgunakan sebagai pengawet makanan. Meski sebenarnya formalin ini berfungsi sebagai pengawet mayat hingga sering digunakan di industri plastik. Formalin apabila dikonsumsi dalam jangka panjang bisa menyebabkan efek negatif berupa gangguan pada selaput lendir saluran pencernaan, mual, hingga bisa merusak lambung. Beberapa makanan yang biasa menjadi target pencampuran bahan berbahaya ini adalah ikan, mie, tahu, hingga gula jawa.

4. Methanil Yellow

Masih seputar bahan pewarna, methanil yellow atau kuning methanil ini sebenarnya merupakan pewarna tekstil dan cat namun seringkali disalahgunakan sebagai pewarna makanan. Beberapa makanan yang sering menjadi sasaran adalah mie, tahu, krupuk, dan masih banyak lagi. Efek yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi zat berbahaya ini adalah munculnya deman, diare berkepanjangan, muntah-muntah, hingga menjadi penyebab kanker kandung kemih.

5. Bahan pemanis buatan

Ternyata bahan pemanis buatan ini juga berbahaya untuk kesehatan apabila dikonsumsi berlebih. Diantara bahan pemanis buatan yang berbahaya tersebut adalah Siklamat, sakarin, Aspartam, Neotam, hingga Sukralosa. Semua bahan ini dinilai berbahaya lantaran kandungan manisnya yang bisa mencapai ratusan kali lipat dibandingkan dengan pemanis alami. Efek jangka panjangnya adalah bisa menjadi penyebab penyakit kanker.

Itulah beberapa bahan tambahan pangan yang dinilai berbahaya untuk kesehatan. Kini semua bahan tersebut telah resmi dilarang. Meski begitu, Anda pun harus tetap waspada karena di luaran sana masih besar kemungkinan ada pedagang atau produsen yang sengaja menambahkan bahan berbahaya ini demi meraup untung banyak. Semoga bermanfaat.